Cerita Inspirasi Clash Royale
Kali ini saya ingin berbagi kisah inspirasi yang masih ada kaitannya dengan permainan dari supercell, yaitu Clash Royale Yuk langsug saja kita simak ceritanya.
Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja mempunyai hobi yang tidak lazim. Apa itu? yaitu mengukur kekuatan troops / kelompok pasukannya dengan cara mengadu antar troops di sebuah arena aduan.
Kadang sang raja mengadu pasukan
muskeeters (penembak) dengan pasukan archers (pemanah), kadang antara
valkyrie yang bersenjatakan kampak dengan pasukan barbarian yang
bersenjetakan pedang. Kadang pasukan goblin yang bersenjata tombak,
melawan pasukan bomber.
Bagi pasukan yang menang akan
mendapatkan hadiah menarik dari raja berupa chest (sebuah box yang
berisi barang-barang berharga seperti emas dan berlian). Namun, banyak
pula pasukan yang mati sia-sia karena kesenangan yang mengerikan dari
raja mereka.
Suatu ketika, hari aduan kembali tiba.
Satu orang prajurit telah disiapkan untuk masuk ke arena. Dan kali
iniyang dia lawan bukanlah seorang pasukan. Dari kejauhan, terdengar
suara raungan marah dan lapar seekor binatang.
Ya, sang prajurit harus bertarung
melawan seekor naga yang sedang lapar, sehingga membuat siapa pun yang
mendengar raungannya menjadi ciut nyalinya.
Setelah sang raja duduk di tempatnya,
seorang prajurit pun melangkah memasuki arena aduan dengan kepasrahan
sembari berdoa, siapa tahu keberuntungan memihaknya hingga tak perlu
meregang nyawa.
Tak berapa lama, pintu kandang naga pun
dibuka. Segera si naga mengaum sambil melangkahkan kakinya masuk ke
arena dengan sikap waspada.
Beberapa saat, aroma ketegangan pun
menghiasi suasana. Si prajurit segera menyiapkan diri untuk
mempertahankan diri dari serangan naga. Namun, sebuah keanehan terjadi.
Naga yang terlihat ganas bukannya segera menyerang dan siap memakan
mangsanya, tetapi dia malah berputar mengendus-endus mengitari si
prajurit tanpa menunjukkan sikap bermusuhan sama sekali.
Anehnya lagi, sang naga justru berusaha
mendekat ke prajurit yang tadi sudah siap melawannya. Prajurit makin
terheran dengan tindakan sang naga yang lantas menjulurkan lidahnya dan
menjilat kaki si prajurit tanpa bermaksud menyakiti sedikit pun. Arena
aduan pun menjadi heboh.
Raja segera memerintahkan membawa si
prajurit ke hadapannya. “Hai prajurit! Apa yang telah kamu lakukan
kepada naga kelaparan itu sehingga dia tidak melahapmu, malah seakan dia
tunduk dan menghormatimu? Ilmu apa gerangan yang kamu pakai? Segera
beritahu rajamu ini,” perintah sang raja.
“Ampun baginda. Hamba juga tidak
mengerti apa yang terjadi. Hamba hanya pasrah sembari bersiap menghadapi
kemungkinan terburuk yang terjadi. Tetapi, setelah melihat naga yang
tiba-tiba mendekati tanpa terlihat ingin menyerang, hamba juga segera
menghentikan niat hamba mempertahankan diri.”
Sang prajurit melanjutkan penjelasannya,
“Saat itu, kemudian hamba teringat sebuah peristiwa. Dahulu sekali,
hamba pernah menyelamatkan dan mengobati seekor anak naga yang sedang
diburu dan terluka. Dan sangat mungkin, naga kecil itu adalah yang sama
yang ada di arena tadi. Kebaikan masa lalu yang telah hamba perbuat dan
tidak pernah hamba ingat, ternyata telah menyelamatkan hidup hamba hari
ini.”
Pelajaran dari Kisah Clash Royale di Atas
Kisah di atas adalah gambaran dari
pepatah “kita menuai apa yang kita tanam.” Walaupun kita lupa pernah
berbuat baik kepada orang lain, tapi hukum Tuhan tidak pernah lupa. Pada
saatnya kelak, kita pasti akan menerima kebaikan-kebaikan yang sepadan,
bahkan melebihi apa yang pernah kita lakukan. Entah di kehidupan ini,
ataupun di kehidupan nanti.
Begitu juga sebaliknya. Kita boleh saja
lupa pernah berbuat jahat pada orang lain. Namun, bila saatnya telah
tiba, kita pasti akan menerima ganjaran yang setimpal dengan perbuatan
kita. Entah di kehidupan ini atau kehidupan setelah kematian.
Untuk itu, mari terus menanamkan benih
kebaikan di setiap kesempatan yang ada, baik pada lingkungan terdekat
kita maupun pada sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat untuk sesamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar